Langsung ke konten utama

sebuah tulisan yang sangat egois.



Aku egois ya?
Aku ingin dicintai tanpa mencintai.
Aku ingin diinginkan tanpa menginginkan.
Aku ingin dimiliki tanpa sebuah ikatan.

Jujur, awalnya aku senang aku diinginkan oleh seseorang. Aku senang akan ada yang selalu memikirkan. Aku senang akan ada yang selalu menunggu. Aku senang, aku diharapkan oleh seseorang.

Egoisnya, dan maafkan aku, aku menyakitimu. Namun aku ingin kamu tetap di sisiku.

Boleh aku membela diri?
Kamu tidak berusaha. Aku tidak melihat usahamu. Aku tau kamu menginginkan, namun kau hanya diam.
Aku memang tidak bisa menjanjikan sebuah balasan, tapi bukankah waktu bisa merubah semuanya?
Mungkin aku bisa jatuh. Mungkin aku bisa luluh. Mungkin kamu bisa mendapatkanku.
Namun kamu memilih untuk berhenti sebelum berjuang.

Ya, aku mau tidak menyalahkan karena memang ini bukan salahmu, tapi aku juga butuh sesuatu untuk disalahkan.

Yang lebih sedih,
mungkin aku hanya pelarianmu. Aku hanya cadanganmu.
Aku bukan sakit hati, aku tersakiti.
Menyedihkan bukan, ketika tahu diriku hanya sebuah pilihan dari pilihan-pilihan lain.
Aku kira kamu baik.
Aku kira kamu tulus.
Aku kira aku sudah menyakiti orang yang salah.
Terlihat jahatkah, jika aku bilang aku sudah menyakiti orang yang tepat?

Turns out, kamu sama saja.

Untuk apa selama ini aku menyalahkan diriku sendiri?



-Maaf, aku memang egois.
But no matter what you do, how good of a person you are, you will always be a villain in someone else's story-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I always been an average girl. Oh let me clear it up, I thought it's below than average? I'm not beautiful. I've got pimples all over my face. I'm not skinny. I've got many fat around the bodies. I'm not easy-going. I don't like interact with many people. I'm not smart. But I'm not that dumb lol. fuck off.
To be honest, aku sama sekali ngga nyangka masalah kemaren bakal besar banget impactnya ke aku. You should have known I spent a whole week crying. Aku yang batu dan engga crybaby gini, ga bisa berhenti nangisin kamu. Masih kok sekarang, kadang kalo keinget random bisa nangis sendiri. I even cried when attending my friend's thesis presentation. Di pojok belakang, aku nangis. I saw your tweets. Kamu tau, selepas aku baca itu, aku nangis di rumah. Semaleman aku nangis, padahal besoknya aku harus berangkat ke luar kota. Tiket PP udah pesen, hotel udah book, udah bikin list mau ngapain aja di sana, but in the end, H-2 jam, I've decided not to leave. Spent the nights crying, my body's aching, my eyes got swollen, my mind is insane, how could I leave? Bangun dari kasur aja gabisa. I disappointed my friends there. I disappointed my self too. It has been almost two months I stopped throwing up my self. Tp udah sejak 2 minggu kemaren, I'm doing that disgusting thing ag...